Wortel,Kopi atau Telurkah anda??

Untuk dapat menikmati hidup, selayaknya kita harus berjuang terlebih dahulu. Berikut sekilas kisah seorang anak yang merasakan betapa hidup itu berat sekali…

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?””Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”

Leave a Comment

Internet Broadband wireless

apakah anda pemakai layanan internet?

apakah anda mobile? sebelum anda memutuskan untuk menggunakan layanan broadband

Leave a Comment

Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?” Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan. Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya. Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam. Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah. Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel. Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi. Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara. Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin? Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. “Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu. Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!! “Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?

 

http://sabili.co.id/

Leave a Comment

cari mobile internet provider

siapa sih yang kenal namanya internet?
sebuah fenomena baru di dunia ini yang begitu dahsatnya,sehingga banyak merubah pola hidup orang banyak
dan membentuk suatu suatu tatanan ekonomi baru, dimana negara yang maju adalah yang menguasai informasi
dan sebetulnya ini dunia baru yang banyak menghasilkan doku alias duit..
lihat saja beberapa urutan orang terkaya di dunia,disana ada bill gates yang menjadi orang terkaya
dan tidak tergeser dari urutan teratas selama beberapa periode…
that’s way i  interest internet and IT… :)

ok.. let’s to the point.. jadi kali ini gw akan nulis beberapa hasil pengamatan dan pengalaman gw
beberapa minggu ini nyobain beberapa provider internet terutama yang menggunakan platform wireless alias mobile,
ini sih berawal dari rasa kesel gw yang di batasin internet di kantor… masak tiap hari cuman dapet 10MB..capek deh..
nasib..nasib… kerja jadi devloper IT tapi internet di batesin….
ya mo gimana lagi… show must blo’on… eh go on maksudnya…

so pertama expetasi gw adalah, gw pingin akses internet,tapi gw bisa akses di rumah ataupun di kantor
ataupun di tempat laen…alias mobile..
so di indonesia ada dua jenis provider untuk wireless ini,pertama adalah GSM base dan CDMA base
untuk GSM base ada telkomsel,indosat,XL dan 3,
sedangkan untuk CDMA base ada;fren,indosat starone,dan smart

untuk kali ini yang gw bandigin adalah;
1.telkomsel flas
2.starone
3.indosat m2 broom.
4.smart

dan berikut ini adalah hasilnya
1.telkomsel di rumah gw gak dapet 3g…so koneksi pake GPRS doank.. poor performance
2.starone, di sini ada 2 layanan,time base dan volume base, sinyal juga sangat jelek,so hanya bisa di pake buat chating doank
3.indosat broom dari M2, melihat yang di tawarkan, semua pasti tergiur dengan penawarannya…100rebu internet unlimited
wah pasti orang tergiur…, sebetulnya gak jelek2 amat untuk layanan ini, but beberapa temen gw kok ngeluh ya,internetnya
lelet sekali… padahal dah pake dan dapet sinyal 3G.. karuan gw yang cuman dapet GPRS only..chating doank bisanya :( hiks..
untuk pake ini,ada paket 1499000 udah dapet modem 3Gnya dengan merek ZTE…
mahal bukan dengan harga segitu?!
4.ok, ini provider terakhir yang gw cobain ..
penawaran smart kali ini menggiurkan juga, alias lumayan murah,
dengan harga 289rebu dapet HP yang bisa di jadiin modem plus dapet internet quota sampe 12Gb untuk 6 bulan.
untuk hasilnya juga not bad,alias performancenya gak jelek2 amat… untuk browsing ok…untuk chating ok…
hasil speedtesnya bisa dapet sampai 140Kbps.

so dari ke 4 provider ini, smart is my choice..this is value for money… :)
dengan harga 289rebu dapet HP yang bisa di jadiin modem plus dapet internet quota sampe 12Gb untuk 6 bulan… that’s the point.

berharap tahun2 depan ada penawaran internet yang lebih heboh lagi..

dengan performance yang bagus tentunya…kalau murah tapi buat buka detik.com aja FAIL mah sama aja..

Leave a Comment

Percaya Deh, Gagal = Sukses Yang tertunda

Siapa sih yang tidak pernah gagal? Superhero macam Spiderman pun pernah menjuntai di ketinggian gedung karena kehilangan jaring. Superman langsung tak berdaya kalau sudah kena batu dari planet Krypton. See? Yeah, itu memang dongeng. Poinnya, sejagoan apa pun, manusia normal pasti pernah gagal. Jadi, jangan menyerah dong ah.

Setiap orang pasti pernah mengenal kegagalan. Entah kegagalan dalam hubungan percintaan, pekerjaan, bisnis, atau hal-hal sepele yang kita temui setiap hari. Bila kadarnya masih kelas ringan, mungkin banyak yang berhasil dengan mulus melewati kegagalan tersebut. Namun bila sebaliknya, tak banyak yang sanggup menerimanya secara legowo dan menjadikannya cambuk untuk mencapai sukses.

Inilah ironisya, banyak orang sukses yang mengalami kegagalan hanya karena selalu dihinggapi perasaan takut gagal. Sebaliknya, banyak orang yang secara kemampuan biasa saja, namun bisa sukses berkat kepercayaan diri, dan yang paling penting, tidak takut gagal.

INTROSPEKSI DIRI
Saat kegagalan menimpa kita, yang pertama kali dirasakan adalah shock, kecewa dan tidak terima. Jangan dilawan, Bu. Biarkan perasaan-perasaan itu menyelimuti Anda. Setelah itu, beri waktu untuk memikirkan atau merunutkan apa sih yang sesungguhnya terjadi. Carilah poin-poin penting yang menyebabkan kegagalan. Dari sini Anda bisa mengambil pelajaran untuk mengambil langkah selanjutnya.

MENCARI PUNDAK
Saat merasa gagal, kita cenderung memendam semuanya seorang diri, sampai paru-paru basah (karena terlalu banyak menangis dalam hati…alaaah…). Sekarang saatnya Anda mencari a shoulder to cry on. Bagilah cerita pada kawan dekat, sahabat, keluarga atau mungkin pakarnya. Bercerita pada orang lain bisa membuat setengah beban di pundak Anda berkurang. Mintalah pendapat mereka tentang masalah yang tengah dihadapi dan bagaimana Anda keluar dari problem tersebut.

HAP HAP HAP!
Seberapa besarpun kegagalan yang dialami, tetaplah bersemangat menghadapi hidup. Anda bukanlah orang pertama yang pernah merasakan kegagalan. Sudahlah, kegagalan itu bisa menimpa siapa saja, kok. Pacu semangat dengan melakukan kegiatan berkualitas. Anda tidak bisa menghasilkan apa-apa, jika hanya merenung-duduk melamun-bersedih-sedih. Anda hanya perlu tekad lebih bulat untuk terus berusaha lebih keras lagi. Ayo hap hap hap!

HADAPI CELAAN
Banyak orang yang masih tidak tahan mendapat kritik. Setiap kritikan yang datang dianggap sebagai serangan pribadi. Padahal, dari kritik merekalah Anda bisa mengoreksi kekuranan Anda. Kalau tidak ada feedback, bagaimana mungkin Anda bisa berkembang, berkreasi dan melakukan inovasi.

BERGAUL SELUASNYA
Biarkan orang tahu kemampuan Anda. Jangan takut pada anggapan bahwa kesempatan hanya datang sekali. Ubahlah paradigma Anda. Bukan kesempatan yang menghampiri Anda, tapi Andalah yang seharusnya menghampiri kesempatan. Bergaul seluas-luasnya adalah satu cara untuk mendapat kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya.

PASTI BISA!
Jangan buru-buru patah semangat dan kapok begitu kegagalan menghampiri Anda. “Ah…, kalau akhirnya seperti ini, saya enggak bakalan mau melakukannya lagi.” Ayo dong, think positive. Anda tidak segagal itu, kok. Orang-orang hebat di luar sana tidak pernah mengkeret ketika gagal. Yakin deh, peluang untuk meraih sukses masih tetap terbuka. Bukankah ada ungkapan, bila satu pintu tertutup, maka ada dua-tiga jendela lagi yang terbuka?

Beranilah untuk gagal. Mungkin Anda memang akan jatuh berkali-kali, tapi itu satu-satunya cara untuk tumbuh. Kalaupun gagal, setidaknya, itu masih lebih baik karena Anda pernah mencobanya. C’mon, masak kalah sama Spiderman ;)

Leave a Comment

Belajar Oracle secara otodidak

Oracle itu sangat royal, terlalu gampang membagi knowledge. Kita bisa nge-download software Oracle RDBMS dan dokumentasinya (yang berisi bejibun e-book) secara gratis. Tentunya itu bukan semata-mata untuk meng-educate user (dan calon user), yang pasti intinya adalah bagaimana Oracle bisa dikenal banyak orang. Setelah itu orang memakai Oracle. Dan kemudian orang membayar lisence Oracle )

Berikut ini kiat-kiat belajar Database Oracle secara Otodidak. Saya mengambil contoh untuk yang versi 10g,versi-versi yang lainnya intinya sih sama saja.

I. Membaca dokumentasi Oracle.

Anda bisa membaca secara online di website Oracle. Anda pun bisa nge-download-nya dulu, kemudian membacanya secara offline di PC anda.

Berikut ini daftar dokumentasi database Oracle:
1. Untuk semua versi (8, 8i, 9i, 10g, dan 11g)
http://www.oracle.com/technology/documentation/index.html
2. Source dokumentasi 10g yang bisa di download
http://download.oracle.com/docs/cds/B19306_01.zip
3. Dokumentasi yang 10g yang bisa dibaca online
http://www.oracle.com/pls/db102/homepage

.

Dari mana mulai membacanya? Saya merekomendasikan untuk membaca tema-tema berikut, sebaiknya dibaca secara berurutan:

1. Oracle® Database Concepts
2. Oracle® Database 2 Day DBA
3. Oracle® Database Administrator’s Guide
4. Oracle® Database 2 Day + Performance Tuning Guide
5. Oracle® Database Performance Tuning Guide
6. Oracle® Database Backup and Recovery Basics
7. Oracle® Database Backup and Recovery Quick Start Guide
8. Oracle® Database Backup and Recovery Advanced User’s Guide

II. Install Software, dan Create Database Oracle di PC anda

Dapatkan source database Oracle di sini http://www.oracle.com/technology/software/products/database/index.html

Selanjutnya, buat database dan langsung praktekkan apa yang sedang (dan telah) anda pelajari. Gimana, mudah sekali, bukan?

di sunting dari: http://rohmad.net/2008/04/01/cara-belajar-database-oracle-secara-otodidak/

Leave a Comment

Apakah operator kecil mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan dan perang tarif??

Apakah operator kecil mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan dan perang tarif??

Sudah hampir dua (2) bulan ini saya selalu kesulitan menelepon, menerima panggilan dan mengirim atau menerima pesan singkat (sms). Sering saat saya menelepon, diseberang sana terdengar : “maaf telepon yang anda hubungi sedang diluar jangkauan, mohon hubungi kembali beberapa saat lagi” atau tanpa ada respon tetapi hanya nada sibuk yang terdengar atau sms yang saya kirim sering kali tidak sampai ke tujuan atau memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa diterima . Selain itu sayapun sering dimarahi oleh teman, istri dan anak-anak karena ketika mereka mencoba menghubungi saya, tidak bisa dihubungi padahal telepon tidak saya matikan.

Sementara itu perang iklan layanan atau tarif seluler yang menggebu-gebu di berbagai media termasuk media luar ruang sudah sangat mengkhawatirkan dan membingungkan konsumen. Semua operator menyatakan bahwa tarifnya paling murah menelepon kemana saja dan kapan saja. Iklan-iklan operator seluler tersebut memang tidak bisa menjelaskan dengan baik dan rinci pada kondisi serta jam berapa tarif itu berlaku. Apa betul iklan-iklan tersebut membohongi dan menjebak konsumen ? Masalah iklan seluler itu membohongi atau menjebak cukup sulit dibuktikan, dan perlu waktu.

Perang tarif diantara 10 operator ini terjadi setelah Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informasi mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi (Permen Kominfo) No. 9/PER/M. KOMINFO/4/2008 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi Yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Seluler yang diterbitkan dan mulai berlaku pada tanggal 7 April 2008. Peraturan ini memang dikeluarkan oleh Pemerintah karena adanya desakan publik yang mengatakan tariff seluler di Indonesia termasuk yang termahal di dunia serta sudah sejak tahun 1998 Pemerintah tidak merevisi tarif.

Industri telekomunikasi di Indonesia merupakan satu-satunya industri infrastruktur yang tingkat pertumbuhannya masih diatas 50%. Untuk itu Pemerintah harus menjaga betul dinamika industri telekomunikasi ini. Jangan terlalu diatur secara rinci karena akan menyulitkan kelangsungan hidup industri telekomunikasi. Kasus penurunan tarif yang terlalu tinggi ini sangat berdampak pada kualitas layanan. Tidak percaya ? Mari kita lihat bahasan berikut

Mengapa Saat Tarif Turun Kualitas Juga Turun ?

Industri telekomunikasi di Indonesia belum mature, mengingat teledensitas di Indonesia baru sekitar 40%. Masih sekitar 38.147 desa di Indonesia yang masih blankspot dan membutuhkan modal besar membangun infrastruktur telekomunikasi. Kalau saat ini sudah terganggu dengan penurunan tarif, kemudian muncul pula masalah pembangunan tower BTS dan masalah kepemilikan asing.

Dana pembangunan investasi yang besar tentunya dapat diperoleh dari investor namun pengembaliannya harus diperoleh dari pelanggan yang membayar pulsa telepon yang digunakan. Konsumen akan semakin bergairah dan bertambah apabila tarifnya terjangkau dan pelayanannya prima. Meski tarif murah tetapi kualitas layanan buruk, konsumen pasti akan bereaksi negatif bagi pertumbuhan industri telekomunikasi.

Masalahnya jika tarif diturunkan secara drastis seperti sekarang, maka secara otomatis pendapatan operator seluler juga turun drastis. Dengan turunnya tarif seluler secara drastis membuat trafik meningkat tajam, karena konsumen akan lebih banyak menelepon atau kirim sms, akibatnya jaringan tidak mampu menampung tingginya trafik. Untuk dapat menampung meningkatnya trafik akhir-akhir ini diperlukan penambahan kapasitas secepatnya, namun ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang lama.

Secara teknis, semua elemen komunikasi yang digunakan operator seluler saat ini , seperti : Mobile Switching Center (MSC), Base Station Subsystem (BSS), Base Transceiver Station (BTS) dan Base Station Controller (BSC) kapasitasnya sudah penuh. Selain itu transmisi penghubung diantara elemen tersebut dan juga kapasitas transmisi interkoneksi antar operator juga penuh.

Kepadatan tersebut diakibatkan karena tarif offnet yang lebih murah dan juga berubahnya pola trafik komunikasi harian dan tujuan (on net/off net), sebagai akibat banyaknya promo-promo yang ditawarkan. Pada akhirnya rendahnya tarif telepon membuat kualitas pelayanan operator juga menurun seperti yang konsumen hadapi saat ini. Semua ini terjadi karena Pemerintah tidak mencermati dan mengantisipasi dampak keputusan yang diambil terhadap kualitas dan kemampuan dari operator yang ada

Apa Yang Harus Dilakukan Pemerintah ?

Kita ketahui bersama bahwa dari 10 operator yang ada hanya ada 3 – 4 operator yang sudah mapan dan berjangkauan nasional, sisanya belum dan sudah “ngos-ngosan“. Kehancuran industri telekomunikasi sudah ada di depan mata sejak munculnya Keputusan KPPU yang tidak masuk akal, di mana Telkomsel diwajibkan untuk menurunkan tarifnya sebesar 15%. Bagaimana mungkin sebuah market leader harus menurunkan tarifnya? Kalau itu terjadi pasti operator lain, khususnya yang kecil harus ikut turun dan dijamin tak lama kemudian akan bangkrut.

Keputusan kontroversial KPPU tersebut juga berdampak pada munculnya gugatan kelompok atau class action di beberapa daerah (Bekasi dan Tangerang) dengan alasan selama ini konsumen sudah dibohongi oleh operator. Gugatan class action dapat menjadi hambatan dan gangguan sangat besar bagi pelaksanaan bisnis telekomunikasi di Indonesia, terutama dari kepastian hukum berusaha. Akibatnya, perencanaan investasi yang sudah diputuskan dengan jangka panjang mulai goyah karena isu ketidakpastian dari sisi jaminan hukum.

Selain Keputusan KPPU yang kontroversial tersebut, baru-baru ini muncul Keputusan Menteri Komunikasi dan Informasi melalui Permen Kominfo No. 2/2008 yang menyatakan bahwa kepemilikan, pengelolaan dan penyewaan tower harus dilakukan oleh investor domestik (100%), sedangkan dalam Peraturan Presiden No. 111/2007 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) tidak diatur. Apakah Permen bisa melangkahi Perpres? Seharusnya tidak! Sekali lagi investor telekomunikasi bingung dan ini akan berdampak pada pertumbuhan sektor telekomunikasi Indonesia ke depan.

Sebagai regulator, sebaiknya Departemen Komunikasi dan Informasi bersama Badan Regulasi telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengkaji secara rinci sebelum menetapkan besaran tarif atau besaran turunnya tarif. Pemerintah harus mengkaji dampak dari penurunan setiap 1 persen tarif-tarif seluler terhadap kemampuan operator dan konsumen. Dari data tersebut seharusnya bisa diketahui berapa besaran tarif yang cocok untuk setiap komponen berkomunikasi secara wireless atau seluler.

Kesimpulan

Nasi sudah menjadi bubur, namun Pemerintah harus dapat meyakinkan operator, konsumen dan investor bahwa Pemerintah akan segera mengeluarkan peraturan lain yang dapat memberikan kesejukan dan kemajuan sektor telekomunikasi.

Untuk KPPU sebaiknya tidak lagi memutuskan sesuatu yang pada akhirnya akan menyusahkan konsumen karena kualitas terabaikan dan akan meningkatkan pengangguran. Harga boleh murah tetapi kualitas harus prima. Ingat bahwa telekomunikasi masih menjadi salah satu penyedia lapangan pekerjaan terbesar di Indonesia saat ini, baik yang langsung maupun tidak.

Kepada teman-teman LSM juga harus melihatnya lebih arif dan kembali mendesak Pemerintah agar berbagai aturan yang dikeluarkan harus mengakomodasi kepentingan publik, investor dan Pemerintah, bukan hanya berpihak pada kepentingan kelompok tertentu saja. Salam!

Penulis, Agus Pambagio adalah Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen.

Leave a Comment

DBA Job Desc

here is, if you want be DBA in IT environment… :

in the world so many database, this is depend on what you needed :) from embedded till enterprise scalable, here we go some database :

Oracale, MSSQL, firebird MSDE,MYSQL,INFORMIX and so many again, you can ask to uncle google :P

and the most commonly task of DBA is… :) i would you like to be aDBA database master, cause a lot of benefit you will get it… :)

  1. Installation and Configuration
    • Software Installation
    • Hardware and Software Configuration
  2. Security
    • Network Security
    • System Auditing
  3. Operations
    • Backup and Restore
    • User Management
    • Other Routine Maintenance
  4. Service Levels
      1. System Monitor
      2. SQL Server Enterprise Manager
      3. Third-party RDBMS monitors
      4. Network monitors
      5. User surveys
      6. Tools for monitoring disk space usage
    • Performance Tuning and Monitoring
    • example
    • Sizing and Capacity Planning
  5. System Uptime
    • Planning and Scheduling of System Downtime
    • Disaster Recovery
  6. Documentation
    • Configuration Documentation
      • Hardware configuration
      • Software components
      • Database configuration
      • Software tuning
    • System Log
      • Observations
      • System changes
      • System failures
      • Backup and restore operations
      • Scheduled maintenance
    • Design Documentation
    • Operational Maintenance Plans
      • Disaster Recovery Plans
  7. Design and Development
    • Data Modeling and Analysis
    • Database Design
    • Stored Procedure Development
    • Application Development
    • Information Sharing
  8. Miscellaneous
    • Cluster Administration
    • Replication Administration
    • Help Desk
    • Purchasing Input
    • Capacity Monitoring
    • Capacity Monitoring

Comments (1)

Sering Kerja Lembur = Workaholic ???

Sering Kerja Lembur = Workaholic ???

Sering kerja lembur, mengerjakan tugas kantor di rumah, khawatir
dipecat karena kurang kerja keras, serta hubungan yang minim dengan
keluarga merupakan beberapa indikasi dari workaholism atau “ketagihan”
kerja.

Pegawai di Jepang adalah contoh ekstrem pekerja workaholic yang
menghabiskan 12 jam sehari untuk mengerjakan tugas kantor. Rata-rata
jam kerja pegawai di Jepang memang tertinggi di dunia (2.450 jam per
tahun). Padahal, bekerja lebih dari 40 jam per minggu saja sudah
diindikasikan sebagai workaholic.

Workaholism di Jepang bahkan begitu seriusnya hingga menyebabkan
kematian. Mereka menghabiskan berjam-jam mengerjakan tugas kantor
sehingga menimbulkan efek samping seperti kelelahan, stres, kurang
tidur, serangan jantung, bahkan stroke. Perdana Menteri Jepang Keizo
Obuchi adalah salah satunya. Dia terkena stroke dan meninggal karena
bekerja kelewat keras.

Di kota besar seperti Jakarta, sering pekerja workaholic tidak sadar
bahwa mereka sudah “ketagihan” kerja karena tingginya tuntutan kantor
terhadap pegawainya. Mereka terbiasa bekerja keras sampai tidak bisa
lagi menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Bukan lagi
bekerja untuk hidup, tapi hidup untuk bekerja.

Jika pekerjaan anda sering menyebabkan stress atau penyakit, itu
mungkin pertanda anda terkena efek workaholic. Cepat cari solusinya
sebelum terkena efek yang lebih parah.

Comments (1)

WHY TO MOVE?

WHY TO MOVE?

Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering
ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul
Azim Premji, “Bill Gates” dari India (terbitan Mizania 2007). Azim
Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari
sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan
salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan
industri teknologi informasi di India. Dia urutan ke-21 orang terkaya di
dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya
hidup sederhana.

Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak
betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over
(kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih
tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS. Mengapa
KARYAWAN meninggalkan perusahaan?

Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian
karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang
meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih
menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan
pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini. Belum lama ini,
Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior,
mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius
untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software.
Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO
perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita
bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki
kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan
teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.

Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri
untuk pelatihan. “Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru”,
katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat
dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah
dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran
lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana
lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.

Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia
pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung
karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi
walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama
yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada
salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization.
Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh
ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break
All the Rules.

Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan
langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia
adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia
adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman,
dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang
meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus
Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.

Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan
mempertahankan orang yang bagus – dalam bentuk gaji yang lebih besar,
fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab
kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah
pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda
terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu
sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan
uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai.
Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.

Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang
bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa
hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang
sulit. Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk
kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan
emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari
semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum
adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama,
seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya
telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang
ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain.

Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka
melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan
memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan
tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang
krusial kepada sang bos.

Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang
tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah.
Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa
membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu
mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu
mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka
adalah agen bebas.

Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti -
biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang
merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan
meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai
alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang
keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang
yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu
tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.

Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat
biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari
penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki
seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan
klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril
sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang
dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja,
kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah
korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.
Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan
maupun atasan)?

Comments (1)

Older Posts »